Sabtu, 07 April 2012

makalah digitasi peta


KATA PENGANTAR


Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, laporan Digitasi Peta kami ini dapat diselesaikan oleh penulis sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjunan kita Nabi Muhammad SAW.

            Tersusunnya laporan ini berkat kemampuan yang kelompok kami miliki,dan berkat teman-teman serta dosen mata kuliah ilmu ukur tanah ini (DR.IR.H.ISKANDAR MUDA P,MT ),  yang telah menyumbangkan berbagai aspirasi selama melaksanakan tugas dalam pembuatan laporan ini. Dan kepada semua pihak yang terlibat, kami menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya.

            Kami menyadari dalam laporan digitasi peta kami ini ada kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu adanya kritik dan masukan dari berbagai pihak untuk penyempurnaan laporan digitasi peta kami ini sangat kami harapkan. Semoga laporan  ini bermanfaat  dan dapat diterima bagi pihak tertentu dan bagi bagi kita semua.













DAFTAR ISI








BAB I 

PENDAHULUAN


Bumi permukaan bumi pada umumnya tidak beraturan terbukti dengan adanya lekukan dan tonjolan, seperti adanya jurang.menurut para ahli bentuk bumi pada dasarnya tidak pas bulat karena mengalami pemepatan pada kutub-kutubnya, sehingga para ahli memilih ellipsida (elips yang diputar pada kutub-kutubnya) sebagai bentuk matematis yang mewakili bumi. Untuk memahami bentuk bumi yang sebenarnya,  maka perlu adanya data yang mendukung dan sumber geospatial. Sumber-sumber geospatial seperti : foto udara, peta difital, citra satelit, dll.
Pemetaan adalah sutu proses penyajian informasi muka bumi yang sebenarnya dan nyata baik bentuk permukaan buminya maupun bentuk sumbu alamnya,  berdasarkan skala peta, system proyeksi dan simbol-simbol dari unsur permukaan bumi yang disajikan. Peta adlah sarana informasi mengenai lingkungan dan bentuk permukaan bumi yang di gambar pada bidang datar, dalam pekerjaan teknik sipil membutuhkan peta berbagai macam jenis yang dapat membantu ataupun memudahkan dalam menyelesaikan pekerjaan.
Dalam penyusunan laporan digitasi peta, adapun masalah- masalah yang akan dibahas diantaranya adalah :
 1. pengertian digitasi
 2.  peralatan yang digunakan dalam proses digitasi.
 3  Tahap pengerjaan digitasi
Adapun tujuan penulisan laporan pemetaan digitasi ini adalah :
1.      Mengetahui pengertian digitasai
2.      Mengetahui bahan dan peralatan yang digunakan pada saat proses digitasi
3.      Mengetahui bagaiman ccara melakukan digitasi


BAB II

 BAHASAN


2.1 Pengertian Pemetaan Digitasi

Pemetaan adalah suatu proses penyajian informasi muka bumi yang fakta (dunia nyata), baik bentuk permukaan buminyamaupun sumbu alamnya, berdasarkan skala peta, system proyeksi peta, serta symbolsymboldari unsur muka bumi yang disajikan. Kemajuan di bidang teknologikhususnya di bidang computer mengakibatkan suatu peta bukan hanyadalam bentuk nyata (pada selembar kertas, real maps, atau hardcopy), tetapi juga dapatdisimpan dalam bentuk digital, sehingga dapat disajikan pada layar monitor yangdikenal dengan peta maya (Virtualmaps atau softcopy).
Pemetaan digital adalah suatu proses pekerjaan pembuatan peta dalam format
digital yang dapat disimpan dan dicetak sesuai keinginan pembuatnya baik dalam jumlah atau skala peta yang dihasilkan.Format digital terdiri dari 2 macam :

1. Raster
Merupakan format data dengan satuan pixel(resolusi/kerapatan) ditentukan dalam satuan ppi (pixel per inch). Tipe format initidak bagus digunakan untuk pembuatan peta digital, karena akan terjadi korupsi dataketika dilakukan pembesaran atau pengecilan. Contoh format data raster :bitmap (seperti tiff, targa, bmp), jpeg, gif, dan terbaru PNG.

2. Vektor
Merupakan format data yang dinyatakan oleh satuan koordinat (titik dan garis termasuk polygon) format ini yang dipakai untuk pembuatan peta digital atau sketsa. Contoh format ini : dxf (autocad), fix (xfig), tgif (tgif), dan ps/eps (postscrift). Sejalan dengan kemajuan teknologii komputer beserta perangkat lunaknya, maka informasi pada peta telah diubah menjadisuatu bentuk data digital yang siap dikelola. Oleh karena itu, pekerjaan pemetaan saatini tidak hanya membuat peta saja, tetapi mengelolanya menjadi informasi spasialmelalui pengembangan basis data. Basis data tersebut dapat diolah lebih lanjutsehingga dapat menghasilkan berbagai informasi kebumian (geoinformasi) yangdibutuhkan oleh para perencana ataupengambilan keputusan. Karakteristik pemetaan digital sangat cocok untuk perencanaan tata runag yg perubahan informasi spasialnya relative capat.perubahan tata ruang dapat langsung direkam sgera mungkin oleh peta digital sehingga iformasi yang dibutuhkan oleh perencana selalu dapt mengikuti perubahan di lapangna pada saai ini. Adapun Tahap- tahap dalam pemetaan digital :
1. Membangun basis geografi
2. Informasi sistem geologi terdiri dari batas batuan, nama batuan, sesar, kekar, dan        morfologi
3. Untuk pemetaan sistem irigasi ini,seluruh data yang dibutuhkan dimasukkan kedalam   bentuk digital.

2.2 Bagian- bagian pemetaan digital

      Pemetaan digital terrdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, tenaga kerja dan perangkat intelegensia.
1.      Perangkat keras
            System masukan terdiri dari :
v  Data tekstual (atribut) dapat ditinjau dari data hidrologi, geologi teknik,tata guna lahan dll.
v  Data grafis atau peta terdiri dari peta-peta topografi dan peta-peta tematik.
Sistem pemprosesan dan penyimpanan :
v  Pemrosesan data tekstual yaitu dapat terdiriberdiri sendiri tanpa dihubungkan dengan informasi geografis tetapi dapat juga bergantung pada informasi grafis.
v  Pemrosesan ata grafis meliputi manipulasi penyajian grafis , pembuatan peta-peta tematik, penggabungan informasi grafis , koordiant penyajian dan atributnya,overlay  atau penumpukam tema tertentu, pembuatan legenda, pembuatan garis kontur untuk tema tertentu dan lain sebaginya.
v  System keluaran.
v  Keluar adalah proses akhir daripemprosesan, data yang dihasilkan dapat berupa tabel-tabel, laporan, grafik atau peta.






2.      Perangkat lunak
Perangkat lunak yaitu alat atau media yang digunakan untuk konversi, penggambaran, penyimpanan pemanggilan,  pemanipulasian, dan anaalisis data untukmelengkapi serta penyajian informsi.
3.      Tenaga kerja
Tenga kerja yang dilibatkan dalam proses pemetaan digital biasanya relative sedikit dan dapat terdiri dari opersai produksi data yang akan dikerjakan oleh pekerja.
4.      Perangkat intelegensia
Perangkat intelegensia melibatkan orang-orang yang ahli da;am bidangnya masing-masing, seperti ahli komputer, geodesi dan pakar pemograman yang dapat mempercepat proses pekerjaan digitasi.























2.3 Pembuatan Peta Digital

 Dengan semakin mudahnya prosespembuatan peta menyebabkan banyak pihak yang melibatkan diri dalam bidangsurvei dan pemetaan, khususnya yang bergerak dalam bidang penyediaan dataspatial (muka ruang bumi) sesuai dengan keinginan pemesan/pengguna (user). Pekerjaan pemetaan tidak hanya membuat peta sajatetapi menelola informasi spasial melaluipengembangan basis data. Basisi data tersebut dapat diolah lebih lanjut sehinnga memghasilkan informasi kebumian yang dibutuhkan oleh paraperencana tatu pengambil keputusan

   2.3.1 Tahap pembuatan peta digital
 1. Membangun basis geografi
  a. resolusi peta dan akurasi yang tersaji pada basis lahan geografi tidak  seluruhnya    memenuhi syarat  untuk tema-tema lain.
      b. tampilan untuk tofografi kajian.peta-peta tofograpi sebagi suatu basis informasi untuk   system peencanaaan suatu bangunan air, maka tema yang harus diambil berhubungan dengan hidirologi,goelogi dll.
2. informasi system geologi terdiri dari : batas bantuan, nama bantuan, sesar, kekar, dan    morfologi.informasi penyajian sistem hidrologi teridri dari jaringan sungai, nama sungai, batas daerah aliran sungai utama sutu wilayah sungai. Dan informasi penyajian data sistem tata guna lahan untuk peruntukan nama lahan.

2.3.2 Unsur yang terdapat didalam peta.
 Secara umum peta adalah penggambaran dua dimensi bidang datar keseluruhan atau seluruhnya dari permukaan bumi yang di proyeksikan dengan perbandingan skala tertentu.
Adapun yang harus diperhatikan dalam pembuatn peta adalah :
1. Mempunyai skala
Skala peta adalah perbandingan natar jarak pada peta dengan jarak horizontal dilapangan ada dua macam cara penulisan skala :
a.    Skla angka, contoh : 1:25,000 berarti 1cm jarak peta = 25.000cm (250m) jarak horizontal di medan sebenarnya.

b.      Skala garis, contoh : berarti setiap banguna sepanjang balok garis mewakili 1 km jarak horizontal.
 

2.      Memakai sistem koordinat.
Koordinat adalah kedudukan sutu titik pada peta. Koordinat di tentukan dengan menggunakkalian sistem sumbu yaitu, garis –garis yang saling perpotongan tegak lurus,sistem koordinat yang sering dipakai yaitu : koordinat goegrafis dan kordinat grid.
3.      Mempunyai legenda.

legenda adalah tanda tanda yang dipakai padapeta dengan maksud supaya peta dapat di baca dengan jelas.legenda biasanya terletak pada bagian bawah peta. Legenda ini memuat simbol-simbol yang dipakai pada peta tersebut.
4.      Mempunyai tulisan untuk keterangan yang lengkap.
1.Kontur
Kontur adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik yang berketinggian sama dari permukaan laut sifat-sifat garis kontur adalah :
a.       Suatu garis kontur mewakili ketinggian tertentu
b.      Garis kontur tidak perpotongan dan tidak bercabang
c.       Interval kontur biasanya 1/20000 kali skala peta
d.      Garis kontur yang berbentuk huruf U menadakan pegunungan
e.       Garis kontur berbentuk huruf V menandakan suatu lembah/jurang

                       

2.      Judul peta
Judul peta menyatakan lokasi yang di tunjukkan oleh peta yang bersangkutan, sehingga lokasi yang berbeda akan mempunyai judul yang berbeda pula.
3.      Nomor peta
Nomor peta biasanya di cantumkan disela kana atas peta.nomor peta biasanya berguna untuk petunjuk jika kita memerlukan peta daerah di sekitar suatu daerah yang terpetakan.
4.      Tahun peta
           Semakin baru tahun peta pembuatan maka data yang disajikan semakin akurat



5.      Arah peta
Yang perlu diperhatiak adalah arah utar peta. Cara paling mudah dengan memperlihatkan   arah huruf tulisan yang ada pada peta. Arah atas tulisan adalah arah utara peta.
6.      Simbol Peta
Simbol peta adalah tanda atau gambar yang mewakili kenampakan yang ada permukaan bumi yang terdapat pada peta kenampakannya, jenis-jenis simbol peta antara lain: Simbol titik, digunakan untuk menyajikan tempat atau data posisional Simbol garis, digunakan untuk menyajikan data yang berhubungan dengan jarak Simbol area, digunakan untuk mewakili suatu area tertentu dengan simbol yang mencakup area tertentu.









2.3.3 Digitasi soil maping
Era informasi ditandai dengan pemanfaatanteknologi komputer, teknologi komunikasi
dan teknologi proses secara terintegrasi,untuk mewujudkan masyarakat yangsemakin nyaman dan sejahtera. PTD dapatdidefenisikan sebagai penciptaan dan pengisian sistem informasi tanah denganmenggunakan metode-metode observasi lapangan dan laboratorium yangdigabungkan dengan pengolahan data secara spatial ataupun non-spatial.
 MetodePTD menggunakan variabel-variablepembentuk tanah yang dapat diperoleh secara digital (misalnya remote sensing,digital elevation model, peta-peta tanah)untuk mengoptimasi survai tanah di lapangan. Tujuan PTD adalahmenggunakan variabel-variabel pembentuktanah untuk menprediksi sifat dan ciri tanahkeseluruhan area survai dalam SistemInformasi Geografis. Dengan kata lain PTDadalah proses kartografi tanah secaradigital.Namun PTD bukan berartimentransformasikan peta-peta tanah konvensionil menjadi digital. Proses PTD menggunakan informasi-informasi dari survei tanah lapangan digabungkan dengan informasi tanah secara digital, seperti citra (image) remote sensing dan digital elevationmodel. Dibandingkan dengan peta tanah konvensional, dimana batas-batas tanah digambar secara manual berdasarkan pengalaman surveyor yang subyektif. Namun dalam PTD teknik-teknik automatis dalam Sistem Informasi Geografis digunakan untuk menproses informasi-informasi tanah dengan lingkungannya.
a. Data spasial
Data spasial adalah data yang memiliki referensi ruang kebumian (georeference) di
mana berbagai data atribut terletak dalam berbagai unit spasial. Sekarang ini data spasial menjadi media penting untuk perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan pada cakupan wilayah nasional, regional maupun lokal. Pemanfaatan data spasial semakin meningkat setelah adanya teknologii pemetaan digital dan pemanfaatannya pada Sistem Informasi Geografis (SIG). Informasi spasial adalah salah satu informasi yang harus ada dan menjadi tulang punggung keberhasilan perencanaan pembangunan masyarakat di atas. Penuangan informasi spasial dalam bentuk peta digital sangat dihajatkan dikarenakan
hal-hal berikut:



1. Fleksibilitas
        penggunaannya untuk berbagai kepentingan sektoral pembangunan.
2. Semakin meluasnya penggunaan komputer personal dengan berbagai fasilitas untuk      penampilan data grafis.
3. Semakin meluasnya pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang
         berbasis peta digital. SIG semakin diharapkan kontribusinya dalam membantu pengambilan keputusan pada kebijakan yang terkait dengan penataan dan pemanfaatan ruang.

b. Spesifikasi peta digital
Peta digital yang dapat diandalkan adalah yang memiliki data terintegrasi secara nasional bahkan internasional, cepat proses produksinya, akurat datanya serta terjamin proses pemutakhirannya
c. Pembuatan dan penggunaan peta digital.
Dengan semakin mudahnya proses pembuatan peta menyebabkan banyak pihak yang melibatkan diri dalam bidang survei dan pemetaan, khususnya yang bergerak dalam bidang penyediaan data spatial (muka ruang bumi) sesuai dengan keinginan pemesan/pengguna (user). Paraprodusen Selalu akan berusaha untuk dapat memenuhi keinginan dan pesanan dari para pengguna dan cenderung mengikuti permintaan pasar. Pada umumnya pihakpihak yang lapangan pekerjaannya berkaitan dengan perencanaan dan pemanfaatan ruang seperti halnya bidang transmigrasi, kehutanan, pertanian, perumahan, pekerjaan umum, pengembang perumahan dan lain-lain sangat membutuhkan peta sebagai salah satu sarana pokok dalam membuat perencanaannya. Sulitnya prosedur perolehan peta topografi merupakan salah satu faktor penyebab mereka mencari alternatif lain untuk memperoleh peta lain yang dapat memberikan informasi tentang medan sebaik atau lebih baik dari peta topografi.
 d.Penggunaan peta digital.
Penggunaan peta digital pada dasarnya sama saja dengan peta biasa, hanya wujudnya yang agak berbeda, dimana peta biasa hanya dapat digunakan dalam bentuk lembaran atau helai sedangkan peta digital (menggunakan modem), sehingga untuk kepentingan taktis maupun strategis pihak lawan/musuh dapat sewaktu-waktu dimonitor di/dari tempat lain. Tentunya hal ini akan sangat merugikan bagi bidang pertahanan keamanan/militer negara kita.15.4

BAB III

PENGGUNAAN AUTOCAD DALAM PROSES DIGITASI


Untuk memulai program AutoCAD (Computer Aided Design)  Dibagian Dibagian atas ada sederetan menu “pull down”kemudian dibawahnya, disamping, dan atau di bagian bawah ada sekumpulan ikon dalam “toolbar”yang dapat diakses langsung.

3.2  Mengakses perintah

Perintah-perintah AutoCAD dapat diaksesmelalui tiga cara, yakni:
1. Melalui baris menu utama (pull downmenu)
2. Melaui ikon yang tersedia pada toolbaryang ada , atau
3. Secara konvensional yang dapat diketikkan langsung pada baris perintah

3.3 Menyiapkan digitizer

      Instalasi Digitaizer Jika kita baru pertama kali memasang digitizer, langkah awal yang harus kita kerjakan adalah memasangnya sesuai petunjuk alat. Pada AutoCAD 2005, instalasi digitizer ditangani oleh sistem operasi Windows.




Setelah digitizer terbaca oleh sistem operasi Windows, pada AutoCAD ikuti langkah
instalasi berikut:
1.Klik Tools > Option > System, akan muncul kotak dialog yang salah satu bagiannya adalah kotak "Current Pointing Device"
2. Pada kotak tersebut, ada kotak pilihan yang jika diklik berisi Current Pointing Device dan Wintab Compatible Digitizer, pilihlah "Wintab Compatible Digitizer.... ".

Gambar 427. Current pointing device

3. Persis di bawahnya ada dua tombol opsi yang akan aktif begitu kita memilih
Wintab Digitizer, yakni opsi "Digitizer only" dan "Digitizer and mouse". Pilihan pertama akan menonaktifkan mouse dan pointer yang berlaku hanya digitizer. Sementara pada pilihan kedua, baik mouse maupun digitizer akan samasama dapat digunakan. Apa pun yang kita pilih, tidak menjadi masalah. Namun jika pada saat kalibrasi tablet kita mengalami kesulitan karena kendali kursor berpindah-pindah terlalu dinamis antara mouse dan digitizer, pilihlah terlebih dahulu "Digitizer only".Klik OK untuk mengakhiri sesi ini.

4.      Digitizer mestinya sudah dapat difungsikan. Cobalah gerakan pointer pada digitizer. Pointer pada layar mestinya ikut bergerak. Kemudian jika mouse digerakkan, secara otomatis kursor pada layar mengikuti gerakan mouse, ini jika pilihan yang kita ambil adalah "Digitizer and mouse ".


BAB IV

LAPORAN  PROSES DAN PENGELOHAN PEMETAAN PADA DIGITASI PETA


Pada pembuatan peta secara digitasi, peta yang digunakan adalah peta dasar garis  di kota bandung”Proyek pengembangan Kota Bandung Dewi Sartika Tahap II” Wilayah Cebeunying, Kelurahan Cihapit, Kecamatan Bandung wetan, Kleurahan Braga (1988)


Perangkat keras Scanner
Peta analog yang akan di buat menjadi peta digital harus d scan terlebih dahulu untuk mendapatkan gambar peta yang akan di masukkan ke dalam program CAD dengan menggunakan scan lebih memudahkan untuk mendapatkan gamabra peta, hasil scan  peta bisa berwarna ataupun hitam putuh sesuai keinginana masing – masing pembuatanya.
                        Scan yaitu proses percetakan gambar dari manula menjadi softcopy ataupun percetakan deengan menggunakan scanner. scan yang digunakan pada kelompok kami adalah scan fullcollor kareen peta yang kami gunakan peta berwarna untuk memudahkan dalam proses digitasi karena warna yang ada sudah sesuai dengan warna yang akan di gunakan adapun warna yang tidak jelas dan tidak sesuai dengan petunjuk warna maka kami robah kedalam warna yang sesuia dengan warna pada aturan digitasi.
             Langkah – langkah Scnanning :
1.      Pilih star pada taskbar
2.      Buka program alat penyekenan sesuia dengan scan yang digunakan
3.      Masukkan peta yang akan di scann ke dalam scanner
4.      Tekan menu pilih program scan tunggu 5 menit
5.      Setelah peta  di scan simpan data pada sebuah folder
6.      Untuk warming up di butuhklan waktu 15 menit. Hasil scanning peta berupa berupa gambar berformat JPEG image (.JPG).
Adapun scanning peta yang di gunakan oleh kelompok 16 adalah scanning menggunakan jas rental, jadi kami hanya menerima hasil scanningnya saja, hal ini dilakukan karena peta yang di scanning terlalu besar dan hanya bisa di lakukan dengan scanning yang besar pula pada tempat tetentu sehingga kami tidak melakukan scanning seperti pada langkah – langkah diata




Proses Digitasi dimulai dengan memasukkan data hasil scanning peta ke dalam program Autocad yang sudah di sediakan :

1.Buka Program Auto CAD
2.Klik menubar inser, kemudia pilih raster image
3.Pilih file berupa peta yang akan di digitasi
4.Pilih koordinat yang akan digunakan untuk digitasi peta. Namun yang digunakan dalam digitasi kelompok kami adalah koordinat ( X, Y, Z ) = ( 0, 0, 0 ).
5.Setelah selesai klik OK.
Yang perlu diperhatikan sebelum melakukan digitasi adalah ketegakan peta, karena pada saat scanning bisa sumbu yang semula benar akan berubah dan agak melenceng dari sumbu koordinat yang di gunakan,maka untuk membuat peta sesuai dengan skalanya dan tidak miring maka peta di buat tegak lurus terhadap sumbu koordinat, adapun langkah yang digunakan yaitu :
1.      Buat garis bantu ( conctruction line ) ambil garis dari ujung peta sebelah kiri
2.      Buat kembali garis bantu  menggunakan conctruction sesuia dengan kemiringan peta ( klik ujung kiri peta lalu klik lagi di ujung kanan peta )
3.      Lihat berapa besar kemiringannya ( besar sudutnya ) dengan mengklik pilihan angular dimention.
4.      Klik toolbar rotate
5.      Pilih gambar yang akan di putar, lalu enter.
6.      Klik titik yang akan diputar dab berapa besar sudut yang du gunakan untuk memutar gamabr tersebut.

Setelah peta sudah tegak lurus terhadap sumbu koordinat, sesuakan dengan skala yang digunakan dalam hal ini kelompok kami menggunakan skala yang sebenarnya yaitu skala 1 : 1000. Adapun langkah – langkah yang di lakukan yaitu :

1.      Gambar peta yang digunakan d skala terlebih dahulu dengan ukuran peta pada titik A ke titik B dengan linier dimention, misalnya dituliskan ukuran tersebut 1005.8920 yang seharusnya adalah 1000.
2.      Klik scale pada menu toolbar
3.      Pilh gambar peta yang akan di scalakan
4.      Klik salah satu titik di sembarang pada gambar  atau spesipic point
5.      Lalu muncul pilihan Specify scale factor or [Copy/Reference] <1.0000>: pilih R enter
6.      Tulisan pada commen ukuran yang ditulis  “1005.8920”
7.      Dan tulis pada comman ukuran yang sebenarnya Specify reference length <1.0000>: 1000 enter
8.      Maka skala akan berubah ke dalam skala yang sebenarnya yaitu 1: 1000

Rubah koordinat peta dari ( 0, 0 ) kedalam koordinat yang sesuai dengan peta, kelompok kami pada koordinat titik A ( 789.000, 923. 5000 ) . perintah yang dilakukan :
1.Blok semua peta
2.Klik perintah MOVE pada toolbar
3.Specify base point or [Displacement] <Displacement> d
4.Specify displacement < 0.0000, 0.0000 >: tulis A ( 789.000, 923. 5000 ) Enter
5.Maka koordinat telah sesuai dengan yang diharapkan


Selanjutnya lakukan proses digitasi adapun langkah awala yang harus di lakukan adalah :
1.       Langkah awal yaitu buat layer terlebih dahulu sesuia denganwarna yang akan di gunakan pada proses digitasi beri lah nama layer sesuai dengan media yang kan di warnai.
                        Nama                                     Jenis Warna                  
Jalan                                       Kuning
Rumput atau tanaman             hijau
Gorong - gorong                    biru
Bangunan                               merah
Rel kereta api                         hitam
Text                                        hitam

Pada saat proses digitasi berlangsung pilihlah warna sesuai dengan pekerjaan ditisai yang sedang di lakukana ataupun hidupkan salah satu layer , apa yang sedang kita kerjakan dan yang lainnya di matikandan apabila ingin mengerjakan yang lain hidupkan kembali lampu layer yang akan di gunakan.

2. Memulai menggambar peta dengan menggunakan perintah ( Command: _pline ) pada peta dan sesuaikan layer dengan yang akan di kerjakan terlebih dahulu. Adapun pasilitas yang digunakan pada saat proses digitasi yaitu : misalnya kalaw ada garis yang terlalu panajang melebihi sasaran maka gunakan pemotong garis yaitu kitik perintah pada ( Command: TR ) Enter, penyambungan garis menggunakan perintah ( command  : Select object to extend or shift) enter pilih garis yang akan di gunakan untuk di sambungkan, pembuatan kotak menggunakan perintah ( Command: _rectang) danmasih banyak paasilitas lain yang di gunakan dalam proses digitasi untuk penggambaran dapat di lakukan pada perangkat Auto CAD. Lakukan langkah tersebut hingga proses digitaasi selesai.





Setelah proses penggambaran pada digitasi peta selesai lakukan penyimpana data pada sebuah folder adapun langkah – langkah penyimpanan dapat di lakukan sebagai berikut
1.      Klik  save as pada menubar file.
2.      Muncul perintah tempat penyimapana dan nama file,  rubah file of typeau sistem penyimpana ke sesuia dengan Auto CAD yang di gunakan masing – masing pembuatnya. 


Adapun cara pengeprinannya yaitu dengan cara membuka program Auto CAD dan langkah pengeprinannya sebagai berikut :
1.      Open program Auto CAD
2.      Seteleh membuka program autocad pilih file + plot enter
3.      Pilih printer apa yang di gunakan
4.      Kemudian kelur menu printer kemudian pilih window + klik preview untuk mengecek, pilih sub menu paper ( pilih ukuran A0 ( 841 x 1189  mm )
5.      Drawing orientation pilih landscape
6.      Paper source ( f ) pilih roll 1, mmwdia type ( T )
7.      Di plot style table pilih monocrom plot style jika pilihan hanya hitam semua warnanya, dan jangan pilih or atau no jika warna yang di gunakan tidak sesuai dengan layout
8.      Quality pilih normal
9.      Klik window dan pilih objek yang akan di print
10.  Skala gambar seusikan dengan kop yang di gunakan  lalu pilih preview untuk melihat kesempurnaan gamabar.
11.  Kemudian klik oke
12.  Dan gamabr digitasi peta akan kelur sesuai dengan yang kita buat.





SIMPULAN DAN SARAN


Dari poroses pekerjaan pembuatan digitasi peta maka dapat kami simpulkan bahwa pemetaan digital adalah pembuatan peta dalam secara digital yang di dapat di simpan dan di cetak sesuai dengan keinginan pembuat nya dalam hal ini gambar berformat JPG yang kami gunakan pada saat pemassukan file ke dalam program autocad. pada proses pembuatan digitasi perangkat lunak yang sering di gunakan adalah autocad dalam hal ini dan adapun perangkat pendukungnya adalah: scanner, printer, komputer, dan flasdis sebagi media penyimpanan hasil dari digitasi tersebut.


Digitasi dapat dikatakan suatu hal yang harus di lakukan pada mata kuliah ilmu ukur tanah, oleh sebab itu sangat penting bagi mahasiswa sipil khususnya.
Pada saat pembuatan peta sebaiknya di bagi rata tiap orang untuk memepercepat proses digitasi dan pada saat proses digitasi sudah selesai semuanya baru di satukan, dan tingagal di skalakan supaya proses penyatuan menjadi lebih sempurna. dan dalam proses digitasi memerlukan ketelitian yang tinggi terutama pada pewarnaan setiap objek di dalam proses digitasi, dan pewarnaan itu sangat penting sebab warna akan menunjukan identitas suatu obejek, jika objek yang kita gunakan salah waran, maka bisa menyebabkan kekeliruan ataupun kesalahan  pada setiap pembaca peta yang kita buat.











Purwaamijaya, Iskandar Muda. DR. IR. DRS. MT. 2008. Teknik survey dan pemetaan. Departemen pembinaan sekolah menengah kejuruan. Bandung




























LAMPIRAN
GAMBAR PETA














PROGRAM STUDI

PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN S-1

 

tugas

(LAPORAN DIGITASI PETA)

ILMU UKUR TANAH


DISUSUN OLEH :


   KELOMPOK 2


1.     BAMBANG ARIF                        (1009102)
2.     GINDI ERENDIKA                       (1006703)
3.     NURLAILAH                                (1002560)
4.     RESVA INDAH SAPUTRI           (1005297)



DOSEN :

 

DR.IR.H.ISKANDAR MUDA P,MT.



                                                                                                                    
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Jl. Dr. Setiabudi No. 229 – Bandung 40154 – Indonesia
Telp : 022-2013161/4 Ext. 34044

3 komentar:

  1. Terimakasih kak untuk materinya , saya jadi tahu apa itu pemetaan digitasi serta format digital nya terdiri dari apa aja .saya jadi banyak belajar 😊

    Kunjungi website saya kak 🙂
    http://fitrid.mahasiswa.atmaluhur.ac.id/
    Website kampus saya
    http://www.atmaluhur.ac.id/

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Terimakasih kakak atas artikel nya, terus tulis artikel lainnya ya kak. O iya, perkenalkan nama saya Zenti Arindi dari kampus ISB Atma Luhur

    BalasHapus